munasprok
Search
Close this search box.

Sejarah Perkembangan Renang Gaya Bebas yang Populer Hingga Akhir Abad ke-20

Renang gaya bebas (freestyle) adalah salah satu gaya renang paling populer yang dipertandingkan hingga kini. Berbeda dari gaya punggung, dada, atau kupu-kupu yang memiliki gerakan baku, bebas memberi keleluasaan perenang untuk mengambil napas sewaktu-waktu dengan menoleh ke samping. Lantas, bagaimana sejarah muncul dan berkembangnya gaya renang bebas?

Asal Muasal Gaya Bebas

Asal Muasal Gaya Bebas

Sejatinya gaya bebas sudah ada semenjak manusia pertama kali belajar berenang ribuan tahun silam, yaitu dengan mengambil napas sambil menyembulkan kepala ke atas air lalu menggerakkan tangan dan kaki secara acak untuk tetap mengambang. 

Istilah ‘freestyle stroke’ sendiri mulai diperkenalkan pada pertandingan renang resmi sekitar akhir abad ke-19. Pada masa itu freestyle didefinisikan sebagai gaya berenang apapun selain gaya dada, punggung, atau sisi. 

Namun seiring waktu, freestyle identik dengan gerakan mengambil napas ke samping sambil tetap berenang maju dengan posisi telungkup dan gerakan lengan menyapu bergantian diikuti hentakan kaki.

Perkembangan Teknik dan Kecepatan

Pada Olimpiade St Louis 1904, perenang Prancis bernama Charles Daniels mencatat rekor 50 yard freestyle dalam waktu 30,4 detik. Ia memperkenalkan metode mengangkat dan menjatuhkan pinggul berulang, mirip ikan paus, untuk meningkatkan kecepatan.

Teknik ‘dolphin kick’ ini kemudian disempurnakan perenang Amerika Johnny Weissmuller pada Olimpiade 1924 dan 1928 dengan gerakan mengangkat pinggul lebih halus seperti ikan lumba-lumba. Ia juga meluruskan lengan saat menyapu air agar badan lebih stabil.

Pada 1930 an hingga Perang Dunia 2, atlet seperti Jack Medica dan Steve Clark mulai menerapkan napas lebih singkat dan cepat dengan menoleh ke samping setiap 2 hingga 4 kali ayunan lengan, bukan 4-8 kali lagi. Ini memungkinkan kecepatan renang makin tinggi.

Manfaat Renang Bagi Kesehatan

Renang bukan hanya sekedar olahraga yang menyenangkan, tetapi juga memberikan sejumlah manfaat luar biasa bagi kesehatan. Aktivitas ini tidak hanya melibatkan hampir seluruh otot dalam tubuh, tetapi juga menawarkan efek aerobik yang luar biasa. Salah satu manfaat utama renang adalah peningkatan kesehatan jantung dan sistem kardiovaskular. 

Melalui gerakan tubuh yang teratur di dalam air, latihan ini meningkatkan kapasitas paru-paru, memperkuat otot jantung, dan memperbaiki sirkulasi darah. Selain itu, berenang juga dapat menjadi pilihan ideal bagi mereka yang memiliki masalah sendi atau cedera, karena mengurangi dampak pada persendian sambil tetap memberikan latihan yang efektif.

Terapi air hangat yang diberikan oleh renang juga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan keseimbangan emosional. Selain manfaat fisik, aktivitas renang secara konsisten juga dapat meningkatkan stamina, fleksibilitas, dan membantu mengontrol berat badan. 

Dengan berbagai manfaat, renang tidak hanya menjadi kegiatan rekreasi yang menyenangkan, tetapi juga investasi berharga untuk kesehatan secara keseluruhan.

Inovasi Gerakan Kaki dan Putaran balik

Setelah PD 2, pelat nasional Amerika Serikat bernama Richard ‘Dick’ Cleveland bereksperimen menyempurnakan teknik tendangan ‘flutter kick’ dengan gerakan kaki lurus ke bawah alih-alih membentuk huruf ‘V’. Metode ini terbukti lebih efisien dalam daya dorong.

Sementara di eranya 1950an, John Devries dan George Breen mulai menerapkan putaran balik di dinding kolam dengan posisi streamline, bukan lagi berdiri tegak menghadap ke blok start. Teknik flip turn ini jauh lebih cepat.

Dominasi Perenang Legendaris

Pada akhir 1960 an hingga 1970 an, Amerika Serikat menghasilkan sederet perenang legendaris pemecah rekor dunia gaya bebas yang tak terkalahkan. Mulai dari Don Schollander, Mike Burton, hingga Jim Montgomery yang mencatat prestasi membanggakan di berbagai kejuaraan renang internasional.

Pada era 1980 dan 1990 an, perenang Australia berbakat seperti Kieren Perkins dan Grant Hackett bersaing sengit dengan petarung Amerika Serikat sekelas Matt Biondi dan Tom Jager memperebutkan gelar tercepat sepanjang masa gaya bebas di Olympic maupun Kejuaraan Dunia.

Itulah sejarah singkat perkembangan teknik dan prestasi renang gaya bebas yang begitu santer diperebutkan hingga dekade terakhir abad ke-20. Kini tradisi prestise atlet kolosal kancah renang internasional masih terus berlanjut hingga 2020 an.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Daftar untuk mendapatkan informasi terbaru dari kami.

Didukung Oleh :

Postingan terakhir

Event Spesial

Ikuti berbagai event yang kami selenggarakan