Sejarah Manusia Purba di Indonesia Dari Yang Tertinggi, Tertua, Hingga Terpintar

Sangat jauh sebelum kita ini dilahirkan serta bahkan jauh sebelum adanya kerajaan Majapahit, Indonesia dikuasai oleh manusia purba. Manusia purba yang menguasai Indonesia juga banyak jenis. Semua jenis manusia purba benar-benar memulai kehidupan dari nol. Dan dari mereka cara hidup, kebudayaan, serta berbagai macam peralatan ditemukan.

Fosil dari manusia purba di Indonesia awalnya ditemukan saat tahun 1889 dan ditemukan oleh Van Rietschoten. Pada waktu itu fosil manusia purba di identifikasi sebagai Homo Wajakensis. Kemudian penelitian dan pencarian setelah itu pun terus berlanjut.

Karena beragam jenis manusia purba yang ada di Indonesia, maka banyak juga tingkat kehidupan mereka. Ada yang diklaim sebagai manusia purba tertinggi, tertua, hingga terpintar. Manusia purba diperkirakan hidup pada kala Pleistosen. Era yang berlangsung dari 2.580.000 sampai 11.700 tahun lalu disebut Pleistosen.

Kemudian era Pleistosen ini terbagi menjadi tiga. Yaitu lapisan bawah atau Pleistosen awal, Pleistosen tengah, dan juga lapisan atas atau Pleistosen akhir. Berikut ini sejarah manusia purba di Indonesia dari yang tertinggi, tertua, hingga terpintar.

1. Meganthropus Palaeojavanicus

Meganthropus Palaeojavanicus

Manusia purba jenis Meganthropus ini dulu ditemukan oleh peneliti yang berkelahiran Belanda-Jerman. Yaitu seorang yang bernama Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald di daerah Sangiran tahun 1941. Manusia purba jenis ini diklaim sebagai manusia purba tertua di Indonesia. Selain itu manusia purba jenis ini juga diklaim sebagai manusia purba tertinggi karena memiliki tinggi lebih dari 2 meter.

Fosil ini dinamai “mega” yaitu karena ukurannya yang paling besar dibanding fosil-fosil yang telah ditemukan sebelumnya. Meganthropus Paleojavanicus yang ditemukan von Koenigswald ini berasal dari masa lapisan bawah atau Pleistosen awal. Selain itu Meganthropus Paleojavanicus ini sering disebut dengan manusia Sangiran karena ditemukan di daerah Sangiran.

Meganthropus Paleojavanicus memiliki gigi dan rahang yang besar. Ukurannya kira-kira sama dengan ukuran dari rahang gorila. Lalu di tahun 1952, peneliti Marks juga menemukan fosil baru. Yaitu berupa rahang bawah Meganthropus Paleojavanicus di daerah Sangiran dari Pleistosen tengah.

Berdasarkan umur dari lapisan tanah pada tempat penemuannya, diperkirakan fosil tersebut memiliki umur kira-kira 1-2 juta tahun. Dan diperkirakan juga Meganthropus Paleojavanicus ini hidup dengan cara food gathering atau mengumpulkan makanan. Makanan utama Meganthropus Paleojavanicus adalah tumbuh-tumbuhan karena mereka belum mengenal api.

2. Pithecanthropus Mojokertensis

Pithecanthropus Mojokertensis

Pithecanthropus Mojokertensis memiliki arti yaitu manusia kera berasal dari Mojokerto. Kata Pithecos sendiri memiliki arti kera dan kata Anthropus memiliki arti manusia. Sebab ditemukan di daerah Mojokerto, Jawa Timur, maka dinamakan Mojokertensis.

Manusia purba jenis Pithecanthropus Mojokertensis ini ditemukan oleh Andojo yang sedang bekerja di bawah von Koenigswald tahun 1936. Pithecanthropus Mojokertensis memiliki kisaran tinggi hanya mencapai 165 sampai 180 meter. Pithecanthropus Mojokertensis dipercaya sebagai manusia purba di Indonesia tertua saat zamannya.

Waktu itu Andojo menemukan fosil tengkorak anak-anak di daerah Kepuh Klagen yaitu sebelah utara Mojokerto. Pada awalnya Andojo mengira tengkorak yang ditemukan itu hanyalah tengkorak milik orangutan. Pithecanthropus Mojokertensis ini adalah jenis Pithecanthropus yang paling tua.

Manusia purba jenis Pithecanthropus Mojokertensis hidup dengan berkelompok. Pithecanthropus Mojokertensis juga berburu, mengumpulkan makanan atau hunting and food gathering dan juga menangkap ikan. Alat yang digunakan untuk mencari ikan adalah alat yang sederhana sekali yaitu kayu atau batu.

3. Homo Wajakensis

Homo Wajakensis

Manusia purba jenis Homo Wajakensis yaitu manusia purba yang termuda dibanding manusia purba lainnya. Kata Homo memiliki arti manusia, maka dari itu manusia purba yang sudah tidak sebut kera tetapi manusia. Serta Wajakensis memiliki arti yaitu manusia dari wajak. Manusia purba jenis ini dikatakan sebagai manusia purba terpintar di Indonesia.

Mengapa demikian? Karena manusia purba jenis Homo Wajakensis ini fosilnya ditemukan di Desa Wajak, Jawa Timur. Manusia purba jenis Homo Wajakensis ini dulu ditemukan oleh van Rietschoten pada 24 Oktober 1888. Homo Wajakensis ditemukan di ceruk di lereng pegunungan karst. Lebih tepatnya yaitu di barat laut Kecamatan Campurdarat Tulungagung.

Fosil yang ditemukan pada saat itu adalah berupa tengkorak fragmen rahang bawah serta ruas tulang leher. Dan dari fosil tersebut, diduga milik manusia yang mempunyai jenis kelamin perempuan berusia 30 tahun. Dari hasil semua fosil yang ditemukan, Homo Wajakensis diperkirakan hidup kurang lebih 40.000 tahun lalu di Indonesia.

Manusia purba jenis Homo Wajakensis ini sudah mampu membuat alat-alat dari tulang maupun batu. Homo Wajakensis juga sudah mengenal cara memasak makanan walaupun masih menggunakan teknik yang sangat sederhana. Kemudian manusia wajak juga dikategorikan sebagai jenis Homo sapiens sebab sudah mengenal upacara penguburan mayat.

Itulah tadi pembahasan mengenai sejarah manusia purba di Indonesia dari yang tertinggi, tertua, hingga terpintar. Pada umumnya semua manusia jenis purba di atas tidak ditemukan sendiri. Tetapi bersama dengan berbagai karyanya waktu hidup dan juga peralatan mereka. Jika Anda penasaran tentang alat-alat mereka Anda dapat berkunjung ke museum manusia purba.