Jika kamu ingin memelihara hewan, ikan adalah salah satu pilihan untuk dipelihara. Ikan cupang merupakan salah satu jenis ikan hias yang banyak di gandrungi segala kalangan, baik dari anak-anak maupun orang dewasa, dikarenakan ikan cupang memiliki corak dan warna yang beragam. Perawatan ikan cupang juga cukup mudah, tak heran bila banyak orang yang menyukainya. Memelihara ikan dapat memberi manfaat yaitu menghilangkan stress ketika lelah bekerja seharian.

Cara Budidaya Ikan Cupang

Cara budidaya ikan cupang yang baik dan benar supaya Ikan tetap sehat, tidak mati, ataupun terkena penyakit yaitu:

1. Siapkan rumah untuk iklan

Banyak orang yang menganggap bahwa, memelihara ikan cupang tidak perlu akuarium besar dan filter air. Memelihara ikan cupang dalam akuarium kecil dapat menyebabkan ikan mudah stres bahkan mati, karena akuarium kecil mudah kotor dan kesehatan ikan terganggu. Ikan cupang adalah ikan anabantidae, yang memiliki organ yang bisa menghirup oksigen dari permukaan air dan mampu bertahan hidup sementara waktu, di lumpur.

2. Siapkan tempat untuk budidaya ikan cupang

Untuk perkembangbiakan ikan cupang, di perlukan tangki khusus pengembangbiakan. Karena benih ikan sangat rapuh dan memerlukan kondisi air yang bersih. Setelah pembuahan, pisahkan ikan cupang jantan dari tangki supaya ikan jantan tidak mengira telur tersebut adalah ancaman.

3. Siapkan indukan ikan cupang

Ikan cupang paling baik dikembangbiakkan saat masih muda pada usia 4 – 12 bulan, dengan usia maksimal 14 bulan. Pilihlah ikan cupang dari peternak yang memiliki reputasi baik, agar dapat mengetahui genetik ikan tersebut, bahkan kamu akan mendapat informasi yang dibutuhkan, atau meminta saran tentang mengembangbiakan ikan cupang.

4. Siapkan tempat untuk indukan berkembang biak

Siapkan tangki untuk perkembangbiakan, biarkan ikan beradaptasi di tangki tersebut selama satu bulan sebelum disatukan dengan ikan jantan. Kamu juga harus memantau kesehatan ikan cupang pastikan tidak terkena penyakit. Isi tangki dengan air setinggi 7-10 cm, agar ketika telur ikan cupang menetas tidak akan kesulitan meraih permukaan dan mencari makanan. Tambahkan lumut dan styrofoam untuk tempat bersembunyinya ikan cupang.

5. Satukan ikan betina dan ikan jantan dalam satu tempat

Jika tangki sudah dalam keadaan baik, saatnya memasukan ke dalam tangki berguna untuk pengenalan antara ikan cupang jantan dan ikan cupang betina. Berilah pemisah dalam tangki untuk ditempati ikan jantan dan ikan betina. Biarkan ikan cupang untuk beradaptasi di tempat barunya selama 30 menit. Setelah ikan jantan mengetahui keberadaan ikan cupang betina, maka ikan jantan akan berubah warna menjadi lebih gelap dan siripnya akan mengembang, lalu ikan jantan akan membuat gelembung yang berguna mencari perhatian ikan betina, biarkan mereka tetap terpisah semalam.

6. Pantau perkembangbiakan ikan

Setelah menunggu semalam, kemudian tempatkan ikan cupang jantan dan ikan cupang betina dalam satu tempat. Ikan betina akan mendekati gelembung yang telah di buat ole ikan jantan. Jika ikan jantan menyadari telah memikat ikan betina, maka warna ikan jantan akan semakin rumit dan mulai mengejar ikan betina dan mengajaknya kawin. Pada saat ini ikan cupang betina akan terus mengawasi sarangnya.

7. Pantau sarang ikan cupang

Pengecekan dilakukan selama 24-36 jam. Pejantan akan sibuk menghabiskan waktunya untuk mengurus telur, dia akan sibuk meniup gelembung. Bahkan dia bisa membangun sarang baru dan memindahkan semua telur ke sana.

8. Tunggu telur sampai menetas

Ketika telur telah menetas, gerakanya akan membuat gelembung pecah dan jatuh. Ketika ikan jantan melihatnya maka akan menangkapnya dan di kembalikan ke gelembung. Ketika bayi ikan cupang sudah bisa berenang, keluarkan ikan cupang jantan dan berilah makan dengan udang kecil maupun cacing kecil.

Hal-hal yang perlu dipahami dalam budidaya ikan cupang adalah:

1. Dekorasi akuarium

Ikan cupang tidak suka dengan dekorasi yang ramai ataupun hiasan dengan pinggiran tajam karena itu dapat melukai sisik ikan. Maka dari itu buatlah dekorasi akuarium dengan sederhana, supaya ikan cupang dapat berenang leluasa.

2. Suhu dan kualitas air

Banyak orang tidak menyadari bahwa ikan cupang adalah ikan tropis. Suhu air harus dijaga dengan kisaran 24-27 derajat celcius. Air pdam lebih baik dibandingkan dengan air sumur dalam membudidayakan ikan cupang.

3. Penyaring kotoran

Habitat alami dari ikan cupang adalah sungai atau rawa-rawa, sehingga banyak pemula menganggap bahwa ikan ini kuat bertahan hidup tanpa menggunakan aerator. Padahal aerator sangat penting untuk menyaring racun pada akuarium.

4. Nutrisi tambahan

Ikan cupang dapat terkena obesitas atau masalah kesehatan lain, jika terlalu banyak diberikan makanan. Berilah makanan yang dapat secara habis dalam 3 sampai 5 menit. Sebab sisa makanan yang tidak habis dapat mempengaruhi kualitas air dalam akuarium.

Demikian pembahasan mengenai cara budidaya ikan cupang, pastikan kamu memahami bagaimana cara membudidayakan ikan cupang yang baik dan benar supaya ikan cupang tetap sehat dan nutrisinya tetap terjaga.