Apakah kamu sedang bingung terkait perbedaan resensi buku fiksi dan non fiksi? Bagi para peresensi buku pemula, hal tersebut memang sedikit membingungkan. Namun kamu tidak perlu khawatir, sebab itu hanya masalah waktu dan kemauan kita untuk belajar lebih dalam. Jika kamu sering meresensi buku, maka lambat laun kamu akan mahir dan tidak lagi bingung membedakan keduanya.

Perbedaan Resensi Buku Fiksi dan Non Fiksi

Resensi buku fiksi merupakan suatu resensi yang membahas tentang buku jenis fiksi atau yang memiliki cerita tidak nyata. Contoh buku fiksi yaitu cerpen, drama, dongeng, novel, dan lainnya.

Umumnya, di dalam resensi buku fiksi terdapat unsur-unsur yang menyangkut tentang karya fiksi. Misalnya penokohan, alur cerita, latar cerita, sudut pandang, gaya bahasa, nilai-nilai, dan bagian lain yang sekiranya menarik di dalam buku tersebut. Sedangkan dalam resensi buku non fiksi, biasanya tidak ada unsur-unsur tersebut.

Resensi non fiksi merupakan sebuah resensi yang isinya memuat tentang jenis buku yang sifatnya ilmiah, faktual, nyata, dan benar-benar terjadi. Misalnya buku jurnal, buku skripsi, majalah, buku pendidikan, dan lainnya.

Jadi, buku non fiksi lebih cenderung formal yang membahas hal bersifat teknis dan membahas lebih dalam mengenai isi buku, manfaat atau kelebihannya serta kekurangannya, serta alasan mengapa pembaca harus memiliki buku tersebut.

Struktur Buku Fiksi dan Cara Meresensinya

Langkah pertama ketika kamu ingin meresensi buku fiksi adalah dengan memperhatikan unsur-unsur yang harus ada di dalam resensi. Terdapat tujuh unsur yang perlu kamu pahami. Berikut adalah 7 unsur resensi buku fiksi:

  • Judul Resensi

Perlu kamu pahami bahwa judul resensi dan judul buku adalah dua hal yang berbeda. Dimana judul resensi adalah judul tulisan yang kamu buat. Sedangkan judul buku adalah judul dari buku yang akan kamu resensi. Jadi, kamu perlu membuat judul sendiri untuk resensi yang sudah kamu tulis. Hal tersebut bertujuan agar resensi kamu menjadi lebih menarik.

  • Identitas Buku

Identitas buku merupakan apa saja yang berkaitan dengan identitas buku yang akan kamu resensi. Ada beberapa poin penting yang perlu ada di dalam identitas buku. Mulai dari penulis, penerbit, judul buku, tahun dan kota terbit, jenis buku, tebal halaman, dan lainnya.

  • Kepengarangan

Di bagian ini kamu perlu menuliskan hal-hal yang berkaitan dengan si penulis buku tersebut

  • Sinopsis

Sinopsis disini bukan berarti sinopsis yang ada di dalam bukunya ya. Akan tetapi sinopsis yang kamu tulis sendiri untuk mendukung tulisan resensi kamu.

  • Unsur Intrinsik

Dalam meresensi buku fiksi, kamu perlu mencantumkan beberapa unsur intrinsiknya. Mulai dari tema, watak, penokohan, alur, setting, amanat, dan lainnya.

  • Keunggulan dan Kelemahan Buku

Hal ini perlu kamu cantumkan agar pembaca memiliki gambaran, apakah mereka harus membeli buku tersebut atau tidak.

  • Kesimpulan

Tulis kesimpulan di akhir resensi. Kamu bisa menuliskan bagaimana kesan kamu terhadap cerita yang ada di buku tersebut atau pesan yang bisa kamu ambil dari cerita tersebut.

Buku Non Fiksi dan Cara Meresensinya

Buku non fiksi umumnya ditulis secara objektif, yaitu berdasarkan penelitian, data, dan kajian literatur. Pesan dari isi buku non fiksi harus bersifat informatif. Artinya, buku tersebut harus memberikan informasi dan juga data terbaru yang penting untuk diketahui para pembaca.

Berbeda dengan buku fiksi, buku non fiksi secara teknis penulisannya sangat terpaku pada aturan dan juga beberapa standar. Buku non fiksi ini memiliki banyak turunan. Mulai dari buku non fiksi yang bertema buku motivasi, pendidikan, tips dan trik, tutorial, dan lain sebagainya.

Walaupun buku non fiksi, kamu juga bisa meresensinya loh. Jika dilihat dari segi teknis, resensi buku non fiksi hampir sama dengan buku fiksi. Hanya saja berbeda di bagian pencantuman unsur intrinsik. Pada resensi non fiksi kamu tidak perlu memasukkan hal tersebut. Sisanya, untuk pencantuman identitas buku, keunggulan dan kelemahan, dan kesimpulan, sama persis dengan resensi buku fiksi.

Prinsip dan Struktur Resensi Buku

Prinsip dasar dalam meresensi buku non fiksi ada 3 macam. Pertama peresensi perlu memilih objek resensi, yaitu sebuah buku non fiksi. Baik itu buku kesehatan, buku pendidikan, atau buku ajar. Selain itu, kamu juga bisa memilih buku non fiksi berupa tabloid, majalah, jurnal, dan lainnya. Sebab, setiap media mempunyai karakteristik jenis bacaan yang bisa diresensi.

Kedua, kamu perlu mengenal dan juga menguasai objek yang akan diresensi. Peresensi yang tidak menguasai hal tersebut akan terkendala dalam menulis resensi. Ketiga adalah peresensi perlu mengulas objek resensi, termasuk juga menulis hasil dari resensi tersebut.

Sedangkan untuk struktur resensi buku non fiksi memiliki empat poin penting. Pertama, peresensi harus menentukan judul resensi. Kedua, peresensi harus menulis pendahuluan yang berupa prolog. Ketiga, barulah masuk ke dalam inti resensi yaitu ulasan yang kamu buat. Terakhir adalah penutup, berikan kesimpulan tentang buku yang sudah kamu resensi.