Rasakan Serunya Museum Digital Proklamasi Audio atau “Proxio”

“Jalan-jalan ke museum?” Asik nggak ya?” Mungkin sebagian kita belum banyak yang mengenal museum-museum di Indonesia pada saat ini sehingga terbesit sedikit keraguan untuk berkunjung ke museum. Tidak dapat dipungkiri bahwa paradigma museum sebagai tempat yang kurang menarik, sepi pengunjung serta terkadang terkesan seram dan suram haruslah segera diubah menjadi tempat tujuan wisata edukasi yang menarik dan menyenangkan sekaligus menjadi pusat pembelajaran sesuai dengan tema dari museum tersebut. Terkait hal ini, Museum Perumusan Naskah Proklmasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.38 Tahun 2015 dalam mengelola museum dan menjalani fungsinya untuk memberikan layanan edukasi tentang nilai-nilai sejarah perumusan naskah proklamasi kepada masyarakat luas berusaha untuk dapat terus berinovasi untuk menciptakan suasana museum yang menarik dan menyenangkan bagi pengunjungnya.

Oleh karena itu, satu produk aplikasi museum digital yang dinamakan “Proxio” atau Proklamasi Audio telah diluncurkan pada tanggal 28 Februari 2018 oleh Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM), Dr. Harry Widianto di ruang pameran tetap Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Aplikasi ini merupakan kombinasi antara perangkat lunak dan keras berbasis Bluetooth Low Energy (Versi 4.0). Perangkat keras berupa built-in speaker dilengkapi dengan sensor gerak yang dapat menangkap sinyal transmisi berasal dari kartu iBeacon yang telah ditanamkan chips data mengenai museum ataupun koleksi-koleksinya pada titik-titik tertentu dengan radius jangkauan antara 1 – 10 meter (proximity). Proxio versi 1.0 ini ditenagai dengan baterai berkekuatan ideal 13.000mAH agar dapat dioperasikan selama 8 jam sepanjang jam operasional museum tanpa henti.

Terminal built-in speaker Proxio diletakan di beberapa titik di dalam ruang pamer. Terdapat dua buah terminal di lantai satu yaitu di Ruang Penerimaan yang akan memberikan informasi secara keseluruhan mengenai ruang-ruang bersejarah berkaitan dengan kronologis peristiwa perumusan naskah proklamasi yang dapat dikunjungi. Terminal berikutnya diletakkan di Ruang Pengetikan yang berisi informasi umum terkait peristiwa pengetikan naskah proklamasi dilatar belakangi suara mesin ketik kuno yang digunakan pada masa itu. Terdapat tiga terminal sepanjang alur perjalanan pengunjung ke lantai dua gedung museum ini. Yang pertama diletakkan di lorong setelah pengunjung menaiki tangga yang berisi informasi pengantar mengenai ruang-ruang pamer di lantai atas. Sedangkan dua lainnya diletakkan di dalam ruang pamer lantai ini. Terminal pertama berisi petikan suara pembacaan teks Proklamasi oleh Bung Karno dan pidato Bung Tomo saat mengobarkan semangat arek-arek Suroboyo pada peristiwa 10 November 1945. Terminal lainnya berisi lagu Satu Nusa Satu Bangsa yang dilantunkan oleh paduan suara PPKI yang direkam pada tahun 1947.

Untuk menikmati fasilitas digital museum Proxio ini, pengunjung harus meminjam kartu iBeacon yang telah dikemas seperti kartu pengunjung museum terlebih dahulu di meja resepsionis dengan menjaminkan kartu identitas seperti KTP (Kartu Tanda Penduduk) atau SIM (Surat Ijin Mengemudi). Hal ini bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada masysrakat untuk turut menjaga fasilitas yang ada di museum agar tetap dapat berfungsi baik. Kemudian pengunjung dapat berkeliling menikmati sajian koleksi museum dan ketika mereka melewati terminal Proxio maka sinyal tarnsmisi dari kartu iBeacon yang mereka kalungkan akan terbaca dan menyuguhkan informasi audio yang diharapkan akan dapat menambah makna dan pemahaman pengunjung tentang peristiwa-peristiwa bersejarah bangsa ini.

Produk ini dirancang khusus (customized) untuk melengkapi sarana museum digital lainnya yang telah ada sebelumnya di museum seperti aplikasi SIJI dan komik digital. Inovasi ini diharapkan dapat lebih menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung ke museum dan memanjakan mereka dalam memberikan pelayanan edukasi yang lebih ineraktif dengan sentuhan teknologi modern sehingga paradigma museum akan berubah menjadi tujuan wisata edukasi yang bermanfaat dan menyenangkan. Yuk ke Munasprok!