Lomba Penulisan Media Pembelajaran 2019 (Tingkat Guru)

Sebagai suatu lembaga yang menyajikan berbagai hasil karya dan cipta serta karsa manusia sepanjang zaman, museum juga merupakan tempat yang tepat untuk dijadikan sebagai sumber belajar. Melalui benda yang dipamerkannya, pengunjung dapat belajar tentang nilai dan perhatian serta kehidupan generasi pendahulu sebagai bekal di masa kini dan gambaran untuk kehidupan di masa mendatang. Selain itu, melalui pemanfaatan museum sebagai sumber belajar, sebagai bagian dari pembelajaran dengan pendekatan warisan budaya, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang pintar dengan tidak melupakan akar budaya bangsanya.
.
Adapun proses pembelajaran tidak melulu berlangsung dalam ruangan kelas di sekolah tetapi dapat juga berlangsung di lingkungan masyarakat, sehingga museum sebagai bagian dari masyarakat merupakan salah satu tempat yang dapat dipilih oleh guru untuk kegiatan pembelajaran di luar kelas, karena koleksi pameran dan diorama museum dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang diajarkan di dalam kelas, terutama materi yang berkaitan dengan sejarah perkembangan manusia dan lingkungan.
.
Sebagai cara untuk mewujudkan tugas dan fungsi Museum Perumusan Naskah Proklamasi yaitu melakukan publikasi dan promosi maka pada Tahun Anggaran 2019, Museum Perumusan Naskah Proklamasi mengadakan kegiatan “Lomba Penulisan Metode Pembelajaran”.
.
Lomba ini akan berlangsung dalam dua tahap yaitu Babak Penyisihan yang berlangsung dari tanggal 2 April – 2 Mei 2019 dan Babak Final pada tanggal 25 Juni 2019. Pada babak penyisihan para peserta diminta mengirimkan hasil karya tulis dalam bentuk soft copy dengan format .pdf melalui email yang beralamat di munasprok@kemdikbud.go.id. Kemudian panitia akan mengumumkan 6 nomine yang masuk Babak Final untuk mempresentasikan karya tulis mereka dihadapan juri melalui media Video Conference.
.

Narasumber dan juri yang terlibat dalam kegiatan ini adalah para pemangku kepentingan dan profesional dibidangnya. Mereka antara lain :

Narasumber : Wendi Kuswandi, SE (Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud)

Juri :

Dr. Kresno Yulianto (Universitas Indonesia);

Dr. Umasih (Universitas Negeri Jakarta);

Dr. Luh Anik Mayani (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud)

.

Diharapkan kegiatan ini akan membuka kesempatan kepada guru sejarah untuk membuat suatu kajian ilmiah mengenai pemanfaatan museum sebagai sarana pembelajaran. Hasil pengkajian tersebut sangat penting sebagai sumbangsih untuk dunia pendidikan dan permuseuman Indonesia.

Ketentuan lomba dapat dibaca di sini