PENDAFTARAN CALON PESERTA KEGIATAN “DIALOG LINTAS SEJARAH BUNG KARNO DI BANDUNG”

Sebagai salah satu cara mewujudkan tugas dan fungsinya, maka Museum Perumusan Naskah Proklamasi memiliki kewajiban untuk menyebarkan informasi kepada publik mengenai keberadaan dan arti penting sejarah perjuangan Bangsa Indonesia kepada generasi muda untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme sejak dini. Untuk melaksanakan kegiatan penyebaran informasi tersebut, Museum Perumusan Naskah Proklamasi melakukan kegiatan “Dialog Lintas Sejarah Bung Karno di Bandung”.

Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1945–1966. Ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda, Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.

Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemeene Studie Club (ASC) di Bandung yang merupakan hasil inspirasi dari Indonesische Studie Club oleh dr. Soetomo. Organisasi ini menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia yang didirikan pada tahun 1927. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada tanggal 29 Desember 1929 di Yogyakarta dan esoknya dipindahkan ke Bandung, untuk dijebloskan ke Penjara Banceuy. Pada tahun 1930 ia dipindahkan ke Sukamiskin dan di pengadilan Landraad Bandung 18 Desember 1930 ia membacakan pledoinya yang fenomenal Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali pada tanggal 31 Desember 1931.

Kegiatan “Dialog Lintas Sejarah Bung Karno di Bandung” bermaksud untuk menapaktilasi sejarah perjuangan Bung Karno di Kota Bandung, dimana ia memulai salah satu usaha untuk memerdekakan bangsanya dari penjajahan. Diharapkan dengan mengikuti kegiatan ini, para siswa dapat meresapi perjuangan Bung Karno dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan nyata. Lokasi-lokasi yang akan di tapak tilasi antara lain Penjara Banceuy, Gedung Indonesia Menggugat (Landraad), Rumah Inggit Garnasih, Sel Bung Karno di Lapas Sukamiskin, Museum Konperensi Asia Afrika dan Gedung Institut Teknologi Bandung.

Untuk Syarat dan Ketentuan Pendaftaran Calon Peserta :

  1. Persyaratan Pendaftaran
  1. Calon peserta adalah siswa SMA sederajat (SMA/SMK/MA) se-Jabodetabek;
  2. Kuota peserta terbatas untuk 76 orang, yang terdiri atas 38 siswa dan 38 siswi;
  3. Satu sekolah maksimal hanya dapat diwakili 2 siswa dan 2 siswi;
  4. Melampirkan dalam bentuk cetak lunak (softcopy) dokumen-dokumen pendukung sbb :
    • Fotokopi Kartu Identitas (KTP/SIM/Kartu Pelajar) yang masih berlaku;
    • Surat Keterangan Terdaftar Sebagai Siswa (Lihat Contoh Lampiran 1)
    • Surat Izin Orangtua/Wali (Lihat Contoh Lampiran 2);
    • Surat Pernyataan Keikutsertaan yang ditandatangani oleh calon peserta, diberi materai Rp.6000,- (Lihat Contoh Lampiran 3);
    • Surat Keterangan Sehat dari RS/Puskesmas/Klinik;
    • Lembar Biodata Calon Peserta (Lihat Contoh Lampiran 4);
  5. Pendaftaran hanya dilakukan via pos-el (e-mail) ke munasprok@kemdikbud.go.id selambat-lambatnya 21 Juni 2018 pukul 23.59 WIB;
  6. Pengumuman 76 orang calon peserta yang lolos seleksi dan 10 orang cadangan akan diumumkan di laman (website) resmi Museum Perumusan Naskah Proklamasi ( www.munasprok.or.id ) pada 23 Juni 2018 pukul 16.00 WIB;
  7. Taklimat (Technical Meeting) dilaksanakan tanggal 28 Juni 2018 di Museum Perumusan Naskah Proklamasi;
  8. Paket acara (seminar kit), transportasi, konsumsi dan akomodasi selama mengikuti kegiatan ditanggung oleh panitia;
  9. Keputusan panitia adalah final dan tidak dapat diganggu gugat.
  10. Narahubung Kegiatan : Ari Suryanto ( WhatsApp-085694679432 ), Irin 085920534056

 

Lampiran dapat dunduh d tautan di bawah ini : 

 


 


Download Lampiran : Lampiran_1.rar   [ 288 Kb ]



Komentar

Berita Lain

Copyright © 2018 Museum Perumusan Naskah Proklamasi