Lomba Tari Tradisional Tingkat Sekolah Dasar

Sebagai bagian dari sejarah penting kemerdekaan negara Republik Indonesia, Museum Perumusan Naskah Proklamasi mengemban tugas dan fungsinya sebagai sarana pendidikan sejarah bagi generasi penerus untuk mengetahui sejarah bangsanya dan berupaya untuk memahaminya sebagai dasar pijakan pembentukan jati diri demi melangkah ke masa depan dalam membangun bangsa ini. Sebagaimana diungkapkan oleh sejarawan Ceciro bahwa sejarah adalah kesaksian yang mengiringi berjalannya waktu, kenyataan namun memberikan tuntunan dalam hidup sehari-hari, serta membawakan kita kabar akan masa lalu.

Oleh karena itu, Museum Perumusan Naskah Proklamasi sebagai tempat dirumuskannya naskah proklamasi mengusung pesan kebhinekaan dimana pada tanggal 16 Agustus 1945 telah menjadi tempat berkumpulnya para tokoh yang berasal dari berbagai latar belakang dan etnis dari seluruh wilayah Indonesia. Hal ini juga menggambarkan bagaimana kearifan lokal masing-masing daerah asal yang telah terwakili oleh para tokoh melambangkan tingginya peradaban bangsa ini.

Sehubungan dengan hal tersebut, Museum Perumusan Naskah Proklamasi berusaha memanifestasikan proses pembentukan sejarah bangsa Indonesia dalam kebhinekaan budaya sepenuhnya dalam bentuk kegiatan “Lomba Tari Tradisional” yang tidak hanya menampilkan tontonan kesenian tradisional yang memiliki ciri khas unik namun juga menggali kreatifitas, bakat seni dan kebanggan generasi muda akan keberagaman budaya bangsa terutama dari kalangan pelajar sekolah dasar.

Lomba Tari Tradisional ini dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2017 di halaman belakang Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Lomba ini telah diikuti oleh 14 sekolah tingkat SD/MI atau sederajat. Masing-masing sekolah mengirimkan timnya yang terdiri dari tiga orang penari. Setiap tim peserta dengan semangat dan antusias menampilkan tarian tradisional dari berbagai daerah dengan atau tanpa kreasi koreografi kontemporer dilengkapi dengan pakaian tradisional yang indah dan diiringi dengan langgam khas daerahnya.

Hasil penilaian tim juri yang terdiri dari para ahli dan praktisi tarian tradisional Indoneisa yaitu Dr. Nungki Kusumastuti dari Institut Kesenian Jakarta, Diah Kusumawardani Wijayanti dari Yayasan Belantara Budaya Indonesia dan Teguh Ampiranto dari Direktorat Kesenian, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memutuskan para juara atas dasar beberapa unsur penilaian yaitu teknik wiraga, teknik wirasa, teknik wirama dan keserasian penampilan secara keseluruhan.

Dari hasil penilaian telah diputuskan para pemenang yaitu:

Juara I                                   SDN Menteng 01 Pagi

Juara 2                                  SDN Petojo Utara 01 Pagi

Juara 3                                  SDN 07 Cengkareng Timur

 

Juara Harapan 1                SDN Cikini 02

Juara Harapan 2                SDN Klender 22 Pagi

Juara Harapan 3                SDN 13 Pagi Sunter Agung

 

Diucapkan selamat kepada para peserta dan diharapkan kegiatan ini akan memotivasi banyak para pelajar lainnya untuk turut serta dalam kegiatan-kegiatan lain serta menarik minat belajar mereka untuk berkunjung ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi.




Kembali Ke Daftar

Komentar

Copyright © 2017 Museum Perumusan Naskah Proklamasi