loading
KOMIK SEJARAH digital !
KOMIK SEJARAH digital !

Komik Sejarah adalah menu baru yang menyajikan komik digital mengenai cerita mengenai tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan indonesia yang disajikan dalam bentuk ilustrasi gambar komik untuk menarik minat anak-anak untuk membaca dan memahami cerita sejarahnya.

BACA KOMIK !  
GAMES DAN KUIS
Mari belajar sambil bermain dengan memecahkan puzzle games tokoh-tokoh proklamasi Indonesia dan ikuti juga kuis yang menarik.
MAINKAN GAME!   MAINKAN KUIS! 

SEJARAH MUSEUM

Pada masa Kebangkitan Nasional Bangsa Indonesia mulai menyadari pentingnya arti persatuan dan kesatuan dalam mencapai cita-cita Indonesia Merdeka. Sebagai manifestasi persatuan dan kesatuan itu, maka pada 28 Oktober 1928 Pemuda se-lndonesia mengadakan satu ikrar bersama, yaitu Sumpah Pemuda. Berkat kekuatan nasionalisme yang melekat pada diri Bangsa Indonesia, akhirnya cita-cita mewujudkan kemerdekaan dapat dicapai pada 17 Agustus 1945. Ada satu peristiwa yang terjadi sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945, yaitu Perumusan Naskah Proklamasi yang dilaksanakan di gedung bekas kediaman Laksamana Tadashi Maeda di Jalan Meiji Dori (sekarang Jalan Imam Bonjol No.1). Peristiwa tersebut merupakan salah satu rangkaian sejarah yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia karena disinilah awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gedung tempat Perumusan Naskah Proklamasi, sekarang ini dijadikan Museum Perumusan Naskah Proklamasi karena lokasi dan gedung itu mempunyai nilai sejarah yang sangat penting bagi Bangsa Indonesa dalam kaitannya dengan penyusunan naskah proklamasi. Sebagai museum sejarah, museum ini akan mengungkapkan peristiwa ...

Selengkapnya »

Gedung ini didirikan sekitar tahun 1920-an dengan arsitektur Eropa. Dengan luas tanah 3.914 M2 sedangkan luas bangunannya 1.138,10 M2.Gedung ini telah dihuni oleh beberapa penghuni yang berbeda. Pada tahun 1931, pemiliknya atas nama PT. Asuransi Jiwasraya. Ketika pecah perang Pasifik, gedung ini dipakai British Consul General sampai Jepang menduduki Indonesia.Pada masa Pendudukan Jepang, gedung ini menjadi tempat kediaman Laksamana Tadashi Maeda Kepala Kantor Penghubung antara Angkatan Laut dengan Angkatan Darat Jepang, sampai Sekutu mendarat di Indonesia September 1945. Setelah kekalahan Jepang, gedung ini menjadi Markas tentara Inggris.Pemindahan status kepemilikan gedung ini terjadi dalam aksi nasionalisasi terhadap milik bangsa asing di Indonesia. Gedung ini diserahkan kepada Departemen Keuangan dan pengelolaannya oleh Perusahaan Asuransi Jiwasraya. Pada tahun 1961, gedung ini dikontrak oleh Kedutaan Besar Inggris sampai dengan 1981 dan pada tahun 1982 gedung ini sempat digunakan oleh Perpustakaan Nasional sebagai perkantoran.Pada tahun 1984, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Nugroho Notosusanto menginstruksikan ...

Selengkapnya »

Perumusan Naskah Proklamasi dilaksanakan ketika Soekarno - Hatta kembali ke Jakarta setelah diamankan oleh para pemuda di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat. Peristiwa  ini terjadi karena ada perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda dalam pelaksanaan Proklamasi. Golongan tua yang diwakili oleh Soekarno-Hatta, dan Ahmad Soebardjo dalam merencanakan memproklamasikan kemerdekaan memerlukan adanya rapat PPKI, sedangkan golongan muda yang diwakili Sukarni, Chaerul Saleh dan Sayuti Melik menghendaki untuk membebaskan diri dari PPKI, yang dianggap bentukan Jepang. Perbedaan inilah yang menyebabkan para pemuda mengamankan Soekarno - Hatta di Rengasdengklok.Akan tetapi, atas jaminan Ahmad Soebardjo bahwa Proklamasi akan dilaksanakan keesokan harinya, para pemuda akhirnya mengijinkan Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta.Setelah kembali ke Jakarta, kedua pemimpin itu singgah di rumah masing-masing sebentar, kemudian keduanya dengan ditemani Ahmad Soebardjo menemui Laksamana Tadashi Maeda untuk meminjam rumahnya sebagai tempat Perumusan Naskah Proklamasi.Perumusan Naskah Proklamasi akhirnya dilaksanakan di rumah Laksamana ...

Selengkapnya »

Ruang ini merupakan tempat peristiwa bersejarah yang pertama dalam persiapan Perumusan Naskah ...

Selengkapnya »

Ruang ini adalah ruang makan dan tempat mengadakan rapat. Dini hari menjelang pukul 03.00 WIB. ...

Selengkapnya »

Konsep Naskah Proklamasi diutarakan kepada hadirin di serambi muka (ruang pengesahan/ ...

Selengkapnya »

Setelah mendapat persetujuan dari hadirin, Soekarno meminta agar Sayuti Melik mengetik Naskah ...

Selengkapnya »

Koran Asia Raya tanggal 9 September 1944Foto Penyerahan Hindia Belanda, 4 Serangkai, Tentara PETA, ...

Selengkapnya »

Hasil scan teks proklamasi, radio, kaset pembacaan teks proklamasi, mata uang tahun 1942 & 1945 ...

Selengkapnya »

Patung dada Sutan Sjahrir, stempel pasukan hantu maut dan master poster, Foto Pertempuran 5 hari di ...

Selengkapnya »

Koleksi pribadi Soepomo, Suwiryo, Sukarni, Iwa Kusuma Sumantri, I Goesti Ketut Poedja & A.A ...

Selengkapnya »

Sebelum pembacaan Teks Proklamasi, Ir. Soekarno menyampaikan pidato singkatnya. PIDATO PROKLAMASI Saudara-saudara sekalian! Saja telah minta saudara-saudara hadlir disini untuk menjaksikan satu peristiwa maha penting dalam sedjarah kita.Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berdjoang untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah bertus-ratus tahun!Gelombangnja aksi kita untuk mentjapai kemerdekaan kita itu ada naiknja dan turunnja, tetapi djiwa kita tetap menudju kearah tjita-tjita.Djuga didalam djaman Djepang, usaha kita untuk mentjapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-henti. Didalam djaman Djepang ini, tampaknja sadja kita menjandarkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakekatnja, tetap kita menjusun tenaga kita sendiri, tetap kita pertjaja kepada kekuatan sendiri.Sekarang tibalah saatnja kita benar-benar mengambil nasib-bangsa dan nasib-tanah-air didalam tangan kita sendiri. Hanja bangsa jang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnja.Maka kami, tadi malam telah mengadakan musjawarat dengan pemuka-pemuka rakjat indonesia, dari seluruh Indonesia. Permusjawaratan itu seia-sekata ...

Selengkapnya »
Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Pahlawannya.
Mari Dukung Gerakan Cinta Museum

Berita Terkini

Pameran Museum Bersama Tahun 2017

15

Nov.

Mari kunjungi stand Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Pameran Museum Bersama 2017, 14-18 November 2017.. tambah ilmu, tambah teman, dan ...

Pameran Museum Bersama Tahun 2017
Hari Museum Indonesia

12

Okt.

Hai sahabat museum, tahukan kalian bahwa hari ini tanggal 12 Oktober adalah Hari Nasional Museum Indonesia? Pemerintah telah menetapkan ...

Hari Museum Indonesia

Copyright © 2017 Museum Perumusan Naskah Proklamasi